Rukun ke-5
Panduan Haji & Umrah
Panduan langkah demi langkah untuk Umrah (sepanjang tahun) dan Haji (sekali seumur hidup). Ritual, waktu, aturan ihram, pertanyaan umum.
Ini adalah panduan belajar, bukan pengganti mutawwif berkualifikasi selama pelaksanaan Haji. Hukum-hukum mengikuti pendapat mayoritas Sunni; jika empat mazhab berbeda substansial, kami menyebutkannya dan mengarahkan Anda pada imam setempat.
Umrah — haji kecil
Umrah dapat dilakukan sepanjang tahun. Empat ritual: berihram, tawaf, sa'i, lalu memotong atau mencukur rambut. Biasanya memakan waktu 2-4 jam.
Apa itu Umrah?
Umrah (العُمْرَة) adalah ibadah haji yang lebih pendek ke Makkah yang dapat dilakukan kapan saja, tidak seperti Haji yang terikat pada bulan Dzulhijjah. Nabi ﷺ menunaikan empat kali umrah semasa hidupnya, dan menganjurkannya: 'Satu umrah adalah penebus dosa antara satu umrah dengan berikutnya, dan Haji mabrur tidak ada balasannya selain surga' (Sahih al-Bukhari 1773).
Langkah 1 — Memasuki ihram
**Di mana:** di miqat yang ditetapkan, sebelum melewatinya. Miqat yang ditetapkan Nabi ﷺ (Sahih al-Bukhari 1526):
Langkah 2 — Tawaf
Tawaf adalah tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam mengelilingi Ka'bah. Masuki Masjidil Haram dengan kaki kanan, membaca doa masuk masjid. Hentikan talbiyah setelah sampai di Hajar Aswad untuk mulai.
Langkah 3 — Sa'i
Sa'i berarti berjalan tujuh kali antara Shafa dan Marwah. Ritual ini mengenang pencarian air oleh Hajar untuk putranya Isma'il — ia berlari antara dua bukit itu tujuh kali sebelum Allah memancarkan sumur Zamzam.
Langkah 4 — Halq / Taqsir
Setelah sa'i, ritual terakhir adalah memotong rambut. Ini mengakhiri keadaan ihram dan menyelesaikan umrah.
Haji — ibadah haji besar
Haji adalah rukun Islam ke-5, wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Dilaksanakan pada 8-13 Dzulhijjah dan mencakup 5 hari ritual khusus di Makkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Sekilas tentang Haji
Haji wajib sekali seumur hidup atas setiap Muslim yang:
Hari Arafah — inti Haji
Nabi ﷺ bersabda: 'Haji adalah Arafah' (Sunan an-Nasa'i 3016; Sunan at-Tirmidhi 889). Barangsiapa melewatkan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah antara zawal dan Fajar tanggal 10, telah melewatkan Haji itu sendiri.
Hari Nahar (10 Dzulhijjah)
Tanggal 10 Dzulhijjah — Ied al-Adha — adalah hari tersibuk dalam Haji. Enam ritual dilakukan dengan urutan tertentu:
Hari-hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah)
Tiga hari setelah Nahr disebut Ayyamut-Tasyriq — Hari-hari Pengeringan (daging kurban). Ini adalah hari perayaan dan dzikir. Nabi ﷺ bersabda: 'Hari-hari Tasyriq adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah' (Sahih Muslim 1141).
Persiapan
Aturan ihram, kesiapan fisik, dan apa yang harus dibawa. Perencanaan penting — tetapi fleksibilitas lebih penting.
Pertanyaan umum
Haid, mendelegasikan ritual, jamaah perempuan, ketinggalan hari — pertanyaan praktis yang muncul.
Haid saat Haji atau Umrah
Ini sering terjadi — istri Nabi ﷺ sendiri, 'Aisyah رضي الله عنها, mendapat haid saat Haji di miqat dan bertanya apa yang harus dilakukan. Jawaban beliau: 'Lakukan semua yang dilakukan jamaah, kecuali jangan tawaf hingga engkau suci' (Sahih al-Bukhari 305).
Haji perempuan
Islam mewajibkan Haji atas perempuan yang memenuhi syarat sama seperti kepada laki-laki. Hanya ada sedikit perbedaan praktis:
Hukum bersumber dari Al-Qur'an, hadis Sahih, dan fiqih standar empat mazhab Sunni. Dirujuk silang dengan pedoman resmi Kementerian Haji Arab Saudi.